Alobi dan BKSDA Selamatkan 2 Ekor Kukang Induk dan Anak

Alobi dan BKSDA Selamatkan 2 Ekor Kukang Induk dan Anak

Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam pelestarian satwa sangatlah penting untuk menghindari adanya perburuan dan perdagangan ilegal serta menghindari adanya konflik satwa dengan manusia. Rabu (14/04), tim Animal Rescue Alobi Foundation beserta dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel kembali menerima laporan adanya 2 ekor kukang yang di amankan oleh warga di desa Pedindang, Bangka Tengah. Kukang (Nycticebus bancanus) yang merupakan hewan diindungi berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, banyak dijumpai di Bangka Belitung.

Sebanyak 2 ekor kukang yang terdiri dari Induk dan anak ini di temukan oleh warga desa Pedindang yang hendak mengambil bambu di pekarangan rumah miliknya. Warga ini kemudian segera membawa kukang tersebut untuk di lindungi. Adanya temuan kukang ini kemudian di ketahui oleh pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sungai Sembulan yang kemudian meneruskan infromasi kepada BKSDA Sumsel dan Alobi Foundation.

Kukang – kukang ini kemudian segera di lakukan proses evakuasi dan di lakukan proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation yang berlokasi di Kampoeng Reklamasi, Merawang. Kukang – kukang yang terdiri atas induk dan anakan ini juga di lakukan proses pengecekan kesehatan fisik. Hal ini menjadi merupakan rutinitas wajib yang di berlakukan kepada seluruh satwa di PPS Alobi. Tim akan segera melakukan peninjauan dan monitoring secara berkala kepada kedua ekor kukang ini. Apabila kondisi fisik serta memiliki kesehatan yang baik, tim akan melakukan pelepasliaran di kawasan konservasi yang berlokasi di Bangka. Adanya prosedur ini wajib untuk di penuhi untuk menghindari stress dan memastikan satwa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan berinteraksi dengan satwa liar lainnya di habitat alami.

Berdasarkan data dalam beberapa bulan terakhir, PPS Alobi menemui banyakny laporan warga local mengenai temuan satwa induk yang sedang membawa anaknya atau yang masih menggendong anaknya, kemungkinan besar ini akibat hilangnya habitat mereka akibat alih pungsi hutan yang mendesak mereka untuk masuk ke pemukiman warga sehingga terjadilah konflik.

Tim sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang telah peduli dan berpartisipasi  dalam penyelamatan dan pelestarian satwa. Tim juga berharap agar peran aktif masyarakat Bangka Belitung akan upaya penyelamatan lingkungan dan satwa tetap di tingkatkan. Adanya himbauan agar warga segera melaporkan kepada BKSDA atau Alobi apabila menemui satwa liar yang masuk ke dalam pemukiman dan tidak menangkap, memelihara atau menjual terus di galakkan dalam upaya perlindungan habitat dan pelestarian satwa liar.

Salam Lestari !

Penulis :

Langka Sani

Kila Nurtjahya

Leave a Reply