Alobi membentuk program sosialisasi dan edukasi kepada kalangan pelajar dan mahasiswa dengan mengadakan kunjungan edukasi ke sekolah-sekolah dari tingkat TK, SD, SMP,SMA, dan beberapa kampus dengan tema pentingnya pelestarian satwa liar dan habitat dan membuka program kunjungan edukasi di PPS Alobi Babel. Sekolah TK, SD, SMP, SMA dan Kampus di Kep. Bangka Belitung dan program kunjungan edukasi di PPS Alobi Babel Ketua Lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation, Langka Sani megaku bahwa pihak Alobi sudah memberikan edukasi peringatan perburuan hewan langka dan satwa liar.

"Untuk edukasi dan kampanye stop pemburuan satwa liar, Alobi terus melakukannya dari kota sampai dengan pelosok-pelosok desa dan sudah hampir seluruh Bangka Belitung," ungkap Langka Sani saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (9/12/2019). Menurutnya kesadaran masyarakat mengenai perlindungan hewan langka masih kurang. "Makanya kita akan terus gencar sosialisasi tentang pentingnya pelestarian satwa liar Bangka Belitung," ujar Langka Sani. Ia berharap kepada seluruh masyarakat Babel untuk tidak menangkap, memelihara dan memperniagakan Mentilin Babel. "Karena Mentilin kita ini merupakan harta karun Babel yang wajib kita lestarikan dan wariskan kepada generasi berikutnya," katanya.

Menurutnya Alobi selain mengedukasi masyarakat juga melakukan penyelamatan kepada hewan langka atau satwa liar yang dilindungi. Setelah melakukan penyelamatan kemudian Alobi melakukan rehabilitas serta pelepasliaran. "Alobi memiliki 2 tempat rehabilitasi satwa sebelum dilepasliarkan. Yang pertama berada di Pangkalpinang ada Pusat Karantina PLN peduli dan satu lagi di Kampoeng Reklamasi Timah Air jangkang," jelas Langka Sani. Rencananya tahun 2020 Alobi akan fokus untuk Primata Bangka Belitung khususnya Mentilin dan Kukang. Rencananya mereka akan membangun tempat habituasi di Gunung Mangkol yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan BKSDA Babel. "Alobi telah melepasliarkan 1.458 ekor satwa liar ke habitatnya. Satwa tersebut berasal dari titipan BKSDA, GAKKUM KLHK dan masyarakat," kata Langka Sani