Pada Tahun 2014 awal sampai dengan Januari 2019 Alobi telah melakukan pelepasliaran satwa ke habitat dengan jumlah satwa sebanyak 6.462 ekor satwa dengan berbagai jenis yang dimana satwa tersebut telah dilakukan proses rehabilitasi dengan menimbang kesehatan fisik dan karakter liar telah dinilai dapat beradaptasi ketika dilakukan peleasliaran ke habitat alaminya. Dengan rekomendasi BKSDA Sumsel dan Dokter Hewan.

2014 sampai dengan 2020 Alobi Foundation telah mengembalikan 6.433 ekor satwaliar ke habitatnya yang dimana satwa2 tersebut satwa hasil dari Titipan Bksda, satwaliar hasil penindakan hukum, serahan Masyarakat dan satwaliar Konflik. Satwa-satwa tersebut telah di lakukan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Alobi kampoeng Reklamasi Timah air jangkang dan Pusat Karantina Alobi Pln Peduli Pangkalpinang

Kawasan pelepasliaran dilakukan di : -Tahura Menumbing Bangka Barat ± 3.334,20 hektar - Tahura Bukit Mangkol Bangka Tengah ± 6.009,51 hektar -TWA Permisan Bangka Selatan ± 3.149,69 hektar -TWA Jering Menduyung Bangka Barat ± 3.747,44 hektar -Kawasan Mangrove Munjang Bangka Tengah ± 800 hektar -Hutan Adat Rimbe Mambang Bangka ± 54 hektar -Hutan Pelawan Bangka Tengah ± 260 hektar

Data satwa yang telah dilepasliarkan adalah Sebanyak 6.462 ekor satwa dengan berbagai macam jenis Setelah dilakukan monitoring di kawasan pelepasliaran satwa, keberadaan satwa-satwa yang telah dilepasliarkan tersebut berhasil beradaptasi dengan lingkungannya, namun ada beberapa ekor satwa yang telah dilepasliarkan ditarik kembali untuk dilakukan proses rehabilitasi kembali dikarenakan satwa tersebut belum bisa beradaptasi karena insting liarnya belum kembali sepenuhnya