On Friday, November 6, 2026, Alobi Foundation’s Wildlife Rescue Center welcomed another educational visit, this time from students of the Biology Study Program at Sriwijaya University. The visit was part of their field study program for the Wetland Ecology course in the Bangka Belitung Islands.
During the visit, the students had the opportunity to gain firsthand knowledge and insights into various aspects of wildlife conservation, particularly biodiversity, ecosystem conditions, and the threats affecting wildlife conservation on Bangka Island and its surrounding areas.


The educational session was led by Alobi Foundation’s Founder, Langka Sani, who served as the guest speaker. During the presentation, the students were introduced to the concepts of in-situ conservation, which focuses on protecting wildlife within their natural habitats, and ex-situ conservation, which involves conservation efforts outside natural habitats, including wildlife rescue and rehabilitation.
Langka Sani also shared the history of Alobi Foundation, established in 2013, and explained the organization’s journey in wildlife rescue and conservation. The presentation covered various conservation programs carried out by the foundation, including wildlife rescue and emergency care, health examinations, rehabilitation, preparation for release, and post-release monitoring of animals returned to their natural habitats.
The students also learned about the various challenges facing wildlife conservation in the Bangka Belitung Islands. These include habitat destruction and land conversion caused by mining and plantation activities, illegal wildlife trade, and human-wildlife conflict. These issues pose significant challenges to maintaining ecosystem balance and ensuring the survival of endemic and native wildlife species on Bangka Island.
Through this field study program, students are expected not only to gain theoretical knowledge in the classroom but also to develop a deeper understanding of practical conservation work through direct field experience. The visit also provided an opportunity for knowledge exchange between a wildlife conservation organization and the academic community, helping to strengthen awareness and encourage greater involvement of younger generations in biodiversity conservation.
Alobi Foundation warmly welcomes educational visits and collaborations with universities as part of its ongoing efforts to raise public awareness, particularly among younger generations, about the importance of protecting wildlife and preserving Indonesia’s natural ecosystems.
Keep Wildlife Wild!
#rehabilitation#release#alobiwildliferescuecenter
Indonesian Version
MAHASISWA BIOLOGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA KUNJUNGI PUSAT PENYELAMATAN SATWA ALOBI FOUNDATION DALAM PROGRAM KULIAH LAPANG
Pada hari Jumat, 6 November 2026, Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation kembali menerima kunjungan edukasi. Kali ini, kunjungan dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Biologi, Universitas Sriwijaya, dalam rangka mengikuti kegiatan kuliah lapang yang berkaitan dengan mata kuliah Ekologi Lahan Basah di wilayah Bangka Belitung.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa berkesempatan mendapatkan materi dan pengetahuan secara langsung mengenai berbagai aspek konservasi satwa liar, khususnya yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati, kondisi ekosistem, serta berbagai ancaman terhadap kelestarian satwa liar di Pulau Bangka dan sekitarnya.


Kegiatan edukasi dipandu langsung oleh Founder Alobi Foundation, Langka Sani, yang bertindak sebagai pemateri. Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep konservasi in-situ (pelestarian satwa dan habitatnya di lingkungan alami) serta konservasi ex-situ (upaya pelestarian satwa di luar habitat alaminya, termasuk melalui penyelamatan dan rehabilitasi).
Selain itu, Langka Sani juga menjelaskan sejarah berdirinya Alobi Foundation sejak tahun 2013, perjalanan organisasi dalam melakukan upaya penyelamatan satwa liar, serta berbagai program konservasi yang selama ini dijalankan. Materi mencakup proses penyelamatan dan penanganan satwa, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi, persiapan pelepasliaran, hingga monitoring satwa setelah dikembalikan ke habitat alaminya.
Para mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai berbagai tantangan konservasi satwa liar di Bangka Belitung, mulai dari kerusakan dan alih fungsi habitat akibat aktivitas pertambangan dan perkebunan, perdagangan ilegal satwa liar, hingga konflik antara manusia dan satwa liar. Berbagai permasalahan tersebut menjadi tantangan nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup satwa endemik maupun satwa asli Pulau Bangka.
Melalui kegiatan kuliah lapang ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis di bangku perkuliahan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pemahaman langsung mengenai praktik konservasi di lapangan. Kunjungan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan antara lembaga konservasi dan dunia akademisi dalam membangun kepedulian serta meningkatkan kapasitas generasi muda terhadap isu perlindungan keanekaragaman hayati.
Alobi Foundation menyambut baik kunjungan dan kolaborasi edukasi bersama perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem alam Indonesia.
Salam Lestari!
#rehabilitation#release#alobiwildliferescuecenter
